Air Itam--Studi Kelayakan Potensi Investasi Sektor Sumberdaya Mineral Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  yang berkerjasama antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan Universitas Sriwijaya Sumatera-Selatan telah masuk pada tahapan laporan antara dimana sebelumnya tim ahli sudah mendapatkan data pendukung  dari dinas terkait dan perusahaan. 

Menurut Maulana Yusuf Ketua Tim Ahli Universitas Sriwijaya, berdasarkan hasil kajian awal dan hasil kunjungan dari beberapa dinas dan perusahaan yang dilakukan oleh tim ahli, Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya timah, mineral ikutan timah, pasir kuarsa dan kaolin dalam jumlah yang besar dan layak untuk dikembangkan.  Untuk itu diperlukan infrastruktur utama berupa pelabuhan yang diperlukan untuk pengangkutan mineral hasil olahan terutama dalam fasilitas bongkar muat kontaner.

“ Bangka Belitung memiliki letak geografis wilayah merupakan jalur perdagangan strategis antar wilayah Indonesia serta Negara tetangga Singapura dan Malaysia, selain itu Provinsi Bangka Belitung juga merupakan salah satu wilayah dengan basis pertambangan umum di Indonesia untuk itu perlu adanya infrastruktur yang mampu mendukung hal tersebut. Ungkap Maulana Yusuf saat melakukan paparan Laporan Antara di Kantor Gubernur pada Selasa (30/07/2019).

Lebih lanjut menurutnya selama ini, penggelolaan mineral ikutan timah masih minim dilakukan.  Penggelolaannya hanya terbatas pada mineral zircon dengan kadar zircon hasil penggelolaan 14%-15%.  Sementara untuk penggelolaan komoditi pasir kuarsa dan kaolin dalam peningkatan nilai tambah masih belum optimal hal ini dibuktikan dengan dengan penjualan komoditi tersebut dalam bentuk raw material hasil pengolahan atau pencucian yang sederhana.  Sedangkan untuk Kadar Silika dari hasil pencucian pasir kuarsa berada pada kisaran 90-95 % , sedangkan untuk kaolin penggelolaan yang dilakukan berupa reduksi ukuran. Untuk itu perlu kajian lanjutan mengenai investasi pengembangan hilirisasi sektor pertambangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam rangka mendorong kebijakan penanaman modal dan investasi pada sektor sumber daya mineral khususnya timah, pasir kuarsa, kaolin dan logam tanah jarang yang merupakan salah satu sektor unggulan yang mampu menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Bangka Belitung, Akhmad Karnolus menjelaskan laporan antara yang dipaparkan oleh tim ahli dari Universitas Sriwijaya  ini belum final sehingga masih membutuhkan masukan-masukan secara aktif dari dinas terkait serta perusahaan  untuk  kesempurnaan kegiatan uji kelayakan ini.