Koba--Studi Kelayakan Potensi Investasi Sektor Pertambangan Provisi Kepulauan Bangka Belitung sudah memasuki tahap pengumpulan data oleh tim ahli dari Universitas Sriwijaya Palembang, untuk itu tim ahli meminta data dari kabupaten adalah data yang falid agar hasil laporannya juga benar. Hal itu diungkapkan oleh salah satu tim ahli Universitas Sriwijaya, Maulana Yusuf saat mengunjungi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Tengah di ruang rapat pada (12/07/2019).
" Kita sudah memasuki tahap pengumpulan data, data ini menjadi bagian yang sangat penting, untuk itu kami butuh data yang falid untuk mendukung penelitian ini, nantinya jika data yang diberikan salah maka akan mempengaruhi dari hasil serta laporan akhirnya".Ungkap Maulana
Menurut Maulana Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya mineral ikutan pada pertambangan timah seperti ilminit, zircon, kasiterit, dan monasit ini menjadi potensi yang luar biasa, dan dari letak geografis Bangka Belitung berada di tengah sehingga mudah akses untuk menjangkau daerah daerah lain serta dekat dengan negara tetangga.
Untuk itu nantinya hasil dari studi kelayakan potensi investasi sektor pertambangan Provisi Kepulauan Bangka Belitung ini dapat menarik investor untuk berinvestasi di Bangka Belitung sehingga dapat mendongkrak perekonomian di Babel.
Menanggapi permintaan dari tim ahli, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Tengah, Paisal mengaku telah mempersiapkan data yang diminta oleh tim ahli dan menurutnya bahkan untuk data ini sendiri sudah dilakukan koreksi secara langsung oleh Bupati Bangka Tengah sehingga data yang dikirimkan dari Bangka Tengah ini adalah data yang Falid.
Menurut Paisal, Untuk daerah Bangka Tengah sendiri banyak aktiftas tambang serta data perusahanan-perusahan yang bergerak dibidang tambang sehingga hal ini cukup membantu tim ahli dalam melakukan penelitian.
Sementara Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Bangka Belitung Akhmad Karnolus , menjelaskan bahwa kunjungan ke Bangka Tengah ini merupakan kunjungan yang terakhir sebelumnya tim ahli beserta tim dari Bidang PPIPM sudah mengunjungi Kabupaten lain seperti Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.
Untuk kegiatan studi kelayakan ini sudah memasuki tahun ke tiga, yang dimulai dari studi kelayakan pertama ditahun 2017 pada sektor pariwisata, ditahun 2018 pada sektor pertanian perkebunan dan ditahun ketiga tahun 2019 ini pada sektor sumber daya mineral yang bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya Palembang dengan menandatangani MoU pada bulan Mei yang lalu, kegiatan ini sendiri akan berjalan selama lima bulan.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi mineral ikutan pada pertambangan timah, yakni mineral yang mempunyai nilai ekonomis seperti ilmenit, zircon, kasiterit, dan monasit. Pasir kuarsa, kaolin dan mineral ikutan timah lah yang menjadi fokus kajiannya
"Kami fokus pada daerah tambang yang bisa di ekpoitasi, dalam kegiatan ini perlu sekali data serta masukan saran pendapat dari Kabupaten yang dikunjungi, hasil dari studi ini sendiri tidak hanya sebatas untuk Provinsi Bangka Belitung sendiri, nantinya hasil akan kami publikasi sehingga dapat mudah diakses melalui jaringan internet sehingga investor dapat melirik Bangka Belitung untuk berinvestasi, dan kami berharap hasil dari studi ini dapat mendongkrak perekonomian di Bangka Belitung sehingga hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat". Harap Karnolus